MAwarHitaM

Monday, April 10, 2006

bersahabat...

akhir2 ini merasakan sangat sulit untuk bersahabat dengan diri sendiri....
perasaan jadi sangat kacau balau...
dihantui berbagai macam rasa yang pasti tidak bisa membuat bahagia....
arghhh.........
bunuh diri....??????
hampir....
but i read an article " girl don't kill urself " yang sedikit memberikan cerita agar tidak menghabisi diri sendiri karena tidak bisa bersahabat dengan diri sendiri.....
tidak.....hanya karena tidak bisa bersahabat dengan diri sendiri bukan berarti harus menghabisi diri sendiri juga.....
hmmm.....
ternyata memang sangat sulit bersahabat dengan diri sendiri dibandingkan dengan bersahabat dengan orang lain.....

THX GOD.....

Friday, December 30, 2005

ayoo..!!!!!!!!!!1

ayo maju terus....
jangan dengarkan...
jangan rasakaaaann....
kamu bisaaaaaaaaaaaaa.....!!!!!!!!!!!!!!!

Saturday, December 10, 2005

suka bingung untuk memberi judul. tapi kali ini ingin sekali ngomongin masalah tusuk menusuk dari belakang. cuma mau ngingetin buat temen2 gue....gue temenan sama lo semua dengan sangat tulus dan tanpa imbalan. jangan tusuk gue dari belakang karena pisau yang kau hunuskan dibelakangku akan berbalik menghunusmu.
ayolah sama2 kita berjalan tanpa harus saling tusuk. bisa kok. yang penting kita tulus. masalah kesalahan...itu alami banget...tergantung kitanya aja kok. tapi masalah tusuk menusuk itu lain hal.

terima kasih teman karena telah menusukku dari belakang

Wednesday, November 30, 2005

TERLALU.....

sungguh terlalu....!!!!

surat untuk teman pelipur laraku

Teman, apa kabarmu disana? Bagaimana hidup sejauh ini? Apakah sudah ada kemajuan? Apa kau sudah mendapatkan keindahan hidup yang sangat mutlak sebelum kita mati nanti?
Teman, seperti biasa. Kau adalah pelipur laraku. Tempatku mengadu keluh kesahku. Semoga kau akan terus begitu.
Teman, betapa aku sangat nelangsa. Betapa aku sangat sedih dan kesepian dalam hidup ini. Seandainya kau dapat berbicara dan membalas semua kata-kataku menemaniku kapanpun dan dimanapun.
Teman, aku sangat ingin keluar dari keadaan ini. Aku berlari sekuat tenagaku dan tidak melihat kebelakang. Meninggalkan keluargaku, kekasihku, temn-temanku.dan tidak mendengarkan teriakan mereka memanggilku untuk kembali. Berharap aku tidak akan butuh mereka. Berharap aku bisa hidup sendiri. Karena aku berharap aku bisa untuk tidak melihat kebelakang lagi.
Teman pelipur laraku, aku menangis disini. Sendirian. Terduduk dan sulit untuk berdiri. Aku rapuh tidak berdaya. Andaikan saja kau bisa memapahku dan menuntunku. Tidak, kau hanya diam teman. Hanya melihatku. Seperti yang pernah kau bilang, kau tidak akan perlu menolongku dan tidak akan mengotori tanganmu karena aku akan melihat kau juga terluka oleh batu yang sama yang melukaiku.
Teman pelipur laraku, semoga kau akan terus ada dalam isak tangis ini. Semoga kau juga akan ada dalam riang tawa ini.
Teman pelipur laraku, mungkin hanya memang kepadamu dapat kubagi semua ini. walaupun kau hanya diam saja tanpa bisa berbicara apapun dan melakukan apapun.